Kamis, 05 Maret 2009

Minat ke Sekolah Agama Meningkat


BANDAR LAMPUNG (Lampost): Kesadaran masyarakat menanamkan nilai moral dan keagamaan dengan menyekolahkan putra-putrinya di sekolah keagamaan semakin tinggi.

Menteri Agama Maftuh Basuni menyatakan hal itu di sela-sela dialog dengan pegawai Kanwil Depag Provinsi Lampung, di aula Kantor Wilayah Departemen Agama, Rabu (4-3) malam.

Bukti tingginya minat orang tua menyekolahkan putra-putrinya di sekolah keagamaan bisa dilihat di berbagai daerah, dengan makin diminatinya sekolah keagamaan. "Bahkan, belakangan banyak sekolah Islam terpadu bermunculan, yang memadukan kurikulum keagamaan dengan kurikulum Depdiknas," kata Maftuh Basuni.

Saat ini, Menag menegaskan sekolah keagamaan sudah sejajar dengan sekolah umum. Di berbagai daerah, banyak orang tua yang tidak salat menyekolahkan anaknya di sekolah keagamaan agar mereka menjadi anak yang saleh.

Itu artinya sekolah keagamaan makin diminati. "Banyak lulusan sekolah keagamaan yang mendapatkan beasiswa ke luar negeri dan menjadi ahli di bidang masing-masing," kata Maftuh.

Mengenai penghapusan buta aksara Alquran dan latin, Maftuh Basuni mengatakan mengefektifkan pembelajaran pendidikan pada masing-masing level. Anak muslim sedini mungkin dikenalkan pada Alquran dan anak juga dikenalkan pada huruf latin sehingga mereka gemar membaca.

Dia mengatakan setiap anak harus diberikan pemahaman dan pendidikan sesuai dengan agama masing-masing. Hal itu untuk menanamkan saling tenggang rasa dan menumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan di antara anak bangsa.

"Untuk memberantas buta huruf Alquran, bagi anak yang beragama muslim harus belajar juz amma dan bisa membaca huruf arab. Demikian juga bagi anak-anak yang beragama nonmuslim, mereka belajar sesuai dengan agama yang dianutnya," kata Maftuh.

Maftuh mengatakan dengan memahami ajaran agama yang dianut masing-masing anak, mereka diharapkan tidak saling mengganggu satu sama lain. Bahkan terjalin hubungan dan rasa toleransi atau tenggang rasa yang tinggi sebagai sesama anak bangsa. Sehingga bisa tercipta persatuan dan kesatuan yang sesungguhnya.

Bertalian dengan penyelenggaraan ibadah haji, Menag mengatakan setiap tahun pihaknya selalu mengadakan pembenahan pelayanan ibadah haji. Namun, tahun ini belum ada penambahan kuota bagi calon jemaah haji di Indonesia.

"Dengan jumlah penduduk muslim kurang dari 200 juta orang, kita sudah mencapat kuota 207 ribu orang, itu sudah sangat bagus," kata dia. Padahal, dengan asumsi setiap seribu orang mendapat satu jemaah atau sepermil, kuota untuk Indonesia sudah lebih dari cukup.

Terkait rencana Lampung yang akan membangun embarkasi haji, Maftuh Basuni mengatakan hal tersebut tergantung pada kesiapan masing-masing daerah untuk menyiapkan infrastruktur yang diperlukan. "Untuk menyiapkan semua itu bukan hanya tanggung jawab Depag dan Kanwil Depag, melainkan menyangkut instansi lain," kata dia.

Menag mengatakan salah satunya panjang landasan pacu yang harus dimiliki minimal 3.000 meter, juga terkait pengurusan surat-surat imigrasi dan sebagainya. n UNI/S-1


YANG LAGI BUKA

COMMENT NO PORN

MY FRIENDS BANNER





trik yuwie
vidskiblog

Awan
Blogging With Styles
PuskomSTAINMetro
BlogNya Agung (The Ordinary Agung)


Save Gaza - Palestine
www.mer-c.org
Photobucket
Photobucket

Photobucket
RaYZA Site




href="http://ekakom.blogspot.com" target="_blank">
Layanan Data



free games download,free computer games
daftar berbagai program online/internet
Kolom blog tutorial

A-GAMES  PSP
www.luminosity12.blogspot.com Ramz Blog
Photobucket

MAKE DOLAR

LINK NASRULLOH-E

LINK EXCHANGE

INTERTAIMENT

Loading...
 

Copyright © 2009 by SDIT INSAN AMANAH MU