Minggu, 22 Februari 2009

BERITA

Dinas Pendidikan Jangan Terjebak Masalah Teknis
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Dinas Pendidikan Provinsi Lampung seharusnya memiliki program yang bersifat terus-menerus dan tidak tergantung pada pimpinan, sehingga siapa pun pimpinannya, ratusan ribu siswa tidak menjadi korban.Pakar pendidikan dari Unila Prof. Dr. Sudjarwo menyatakan hal itu menanggapi terlambatnya pencetakan buku rapor oleh Dinas Pendidikan."Seharusnya, siapa pun pimpinannya atau kepala dinasnya, program-program yang bersifat rutin tidak boleh dilupakan dan tidak perlu menunggu pimpinan yang baru," kata Sudjarwo di Bandar Lampung, Senin (2-3).Dia mengatakan program yang bersifat bulanan, dua bulanan, triwulanan, semesteran, atau tahunan seharusnya tidak terpengaruh persoalan teknis, seperti pengadaan rapor dan ijazah yang seharusnya sudah built in. Artinya, siapa pun pimpinan, pekerjaan tersebut tetap harus dikerjakan.Ia sangat menyayangkan program rutin yang seharusnya bisa dikerjakan sejak awal tahun dan selesai tepat waktu, akhirnya terbengkalai. Untuk itu, dia meminta Dinas Pendidikan agar tidak melupakan tugas pokoknya yakni membentu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas untuk masyarakat.Secara terpisah, Sekretaris Komisi D DPRD Provinsi Lampung Sugeng Kristianto mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Lampung merealisasikan pencetakan buku rapor."Dalam rapat dengan Dinas Pendidikan, disepakati pengadaan buku rapor tahun 2008 dan 2009 dilaksanakan bersamaan karena pengadaan buku rapor tahun lalu batal," kata dia.Menurut Sugeng, karena sudah ada anggaran yang tersedia untuk pencetakan rapor, tidak ada alasan lagi bagi dinas menunda-nunda pengadaan buku rapor. "Pengadaan buku rapor harus secepatnya diproses dan direalisasikan."Pasalnya, hal itu terkait dengan nasib ratusan ribu siswa kelas I SD, SMP, dan SMA di berbagai daerah di Lampung. Hingga saat ini, mereka masih menggunakan rapor sementara dan belum memiliki buku rapor.Sebelumnya, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MMKS) SD mempertanyakan pencetakan rapor oleh Dinas Pendidikan Provinsi Lampung. Pasalnya, pencetakan rapor tahun 2008 batal dilaksanakan, sehingga siswa kelas I SD yang akan naik kelas II hingga saat ini belum memiliki rapor.Ketua MKKS SD Kota Bandar Lampun Nusyirwan Zakki mengatakan karena hingga saat ini rapor dari provinsi belum tersedia, pihaknya terpaksa menggunakan rapor sementara."Sekolah bukan tidak mampu mencetak rapor, namun ada persyaratan khusus dalam pencetakan rapor yang datanya ada pada Dinas Pendidikan Provinsi," kata Nusyirwan di Bandar Lampung akhir pekan lalu.Dia mengatakan mulai 2007, rapor yang dimiliki siswa memiliki nomor unik dengan sistem security printing. Sehingga, seorang siswa hanya memiliki satu rapor di manapun dia bersekolah. Hal itu untuk menghindari adanya siswa yang loncat pagar atau memiliki rapor lebih dari satu. n UNI/S-1
Wajib Belajar Capai 98 Persen
JAKARTA (Ant/Lampost): Depdiknas optimistis angka partisipasi kasar (APK) program Wajib Belajar 9 Tahun pada 2009 tuntas mencapai 98 persen, yang merupakan tahun terakhir target pencapaian rencana strategis (renstra) 2005--2009 pembangunan pendidikan nasional.

Comments :

0 komentar to “BERITA”

Posting Komentar

silahkan diisi komentarnya ya

YANG LAGI BUKA

COMMENT NO PORN

MY FRIENDS BANNER





trik yuwie
vidskiblog

Awan
Blogging With Styles
PuskomSTAINMetro
BlogNya Agung (The Ordinary Agung)


Save Gaza - Palestine
www.mer-c.org
Photobucket
Photobucket

Photobucket
RaYZA Site




href="http://ekakom.blogspot.com" target="_blank">
Layanan Data



free games download,free computer games
daftar berbagai program online/internet
Kolom blog tutorial

A-GAMES  PSP
www.luminosity12.blogspot.com Ramz Blog
Photobucket

MAKE DOLAR

LINK NASRULLOH-E

LINK EXCHANGE

INTERTAIMENT

Loading...
 

Copyright © 2009 by SDIT INSAN AMANAH MU